Kajian Aa Gym

BOYOLALI – Pondok Pesantren Islam Terpadu (PPIT) Al Hikmah Karanggede Boyolali menggelar Kajian Bersama KH. Abdullah Gymnastiar, Rabu (25/8/2021) siang.

Penceramah yang akrab disapa Aa Gym tersebut berkesempatan memberikan tausiyah dengan tema “Pendidikan Pesantren Menjadi Solusi di Masa Pandemi” kepada segenap Keluarga Besar Al Hikmah Boyolali.

Turut hadir dalam acara ini segenap asatidzah Al Hikmah Boyolali, walisantri dan santri, serta peserta dari luar yang mengikuti kajian secara daring atau virtual yang disiarkan melalui YouTube Alhikmah TV Boyolali dan Zoom.

Kajian Aa Gym

Direktur Pesantren PPIT Al Hikmah Boyolali ustadz Ahmad Mifdlol Muthohar dalam sambutannya menyampaikan bahwa mulai tahun 2020 lalu, Al Hikmah Boyolali telah mencanangkan Sukses Visi 2030 yang berisi “Mewujudkan Lembaga Pendidikan Alquran Rujukan dengan 5.000 Santri”. Sejak saat itu sampai sekarang, visi tersebut terus digaungkan oleh pesantren.

“Dan salah satu sarana penting untuk menjadikan visi ini berhasil adalah anak-anak kita, santri-santri kita, harus enjoy di pesantren,” ujar Ustadz Mifdlol salam sambutannya.

Menurut Aa Gym, salah satu karunia Allah bagi Indonesia adalah hadirnya pesantren. Karena pesantren memiliki tujuan mulia sebagaimana tujuan utama Rasulullah diutus ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlak. Terlebih, masalah terbesar bangsa Indonesia adalah tentang akhlak.

“Karena di negeri kita masalah terbesarnya adalah masalah akhlak,” kata Aa Gym.

Ayat-ayat tentang akhlak dan tauhid benar-benar harus dipegang dan dipahami bahwa Allah sedang mendekat dan memperhatikan hamba-Nya. Hal ini tidak hanya berlaku saat pandemi, namun juga masa-masa seterusnya.

Kajian Aa Gym Story

Aa Gym menyampaikan pentingnya pendidikan hati dengan cara mendalami ilmu tauhid dengan benar. Hanya kepada Allah manusia bertauhid dengan bersih, benar-benar tidak ada illah, tidak ada yang dituhankan di hati selain hanya Allah.

Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung tersebut juga menyampaikan pentingnya mendidik ustadz di pesantren. Bahkan, mendidik ustadz sebenarnya lebih susah daripada mendidik santrinya.

“Sebetulnya mendidik santri itu gampang, yang susah itu mendidik ustadznya. Karena santri itu akan menduplikasi (ustadznya),” imbuh Aa Gym.

Selain itu, Aa Gym juga menyampaikan tentang perihal mengajarkan Alquran di pesantren. Beliau berharap agar para asatidzah di pesantren mengajarkan Alquran dengan cara yang bahagia, bukan dengan menuntut. Agar jangan sampai Alquran justru menjadi beban.

“Anak saya juga menghafal, alhamdulillah. Tapi saya jarang nanya udah hafal berapa juz. Yang paling penting tiap baca satu huruf quran, bisa makin deket dengan Allah, makin diterima Allah, udah itu aja! Kan tiap anak beda-beda daya tangkapnya, daya ingatnya. Betul tidak?” jelas Aa Gym kepada para peserta kajian.

Kajian Aa Gym Zoom

“Buat happy dengan quran. Jangan dulu dikejar dengan target yang membuat dia tertekan, tapi ada target yang dia gembira, menyenangkan. Nanti kalau qurannya udah menyenangkan dia akan nempel sendiri itu. Iya kan?” tambahnya.

Tak hanya membahas seputar dunia kepesantrenan, Aa Gym juga mengajak agar tiap muslim memperbanyak dzikir agar hati jadi tenang.

“Orang stress itu sederhana penyebabnya, yaitu kebanyakan mikir, kurang dzikir. Mikirin anak, nggak ingat ke Allah-nya, jadi stress. Harusnya, tiap mikir jadi dzikir,” pesan Aa Gym.

Link video kajian:

Part I: https://youtu.be/p2A4Ze61BeU

Part II: https://youtu.be/yyR2yHL6IxE

Silahkan di Share ...:-)

By Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *