Maulid Nabi, PPIT Al Hikmah Boyolali Gelar Tasmi’ Quran 30 Juz

CategoriesInfo Pondok PesantrenTahfidzTagged ,

BOYOLALI – Pondok Pesantren Islam Terpadu (PPIT) Al Hikmah Karanggede Boyolali menggelar acara tasmi’ hafalan quran atau khataman 30 juz sekali duduk dalam satu majelis pada Kamis, 29 Oktober 2020.

Kegiatan tasmi’ hafalan quran ini dilakukan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Terlebih, PPIT Al Hikmah merupakan pesantren yang memiliki program utama salah satunya adalah tahfidz quran.

Pada kegiatan ini, Ustadzah Juni Endah Sari dari SDIT Mutiara Karanggede Boyolali, masih satu yayasan dengan Al Hikmah Boyolali, berkesempatan mengkhatamkan hafalan Alquran dengan disimak secara bergantian oleh ustadzah dan santri PPIT Al Hikmah lainnya.

Acara yang digelar di Musholla Kampus I PPIT Al Hikmah ini dimulai sejak pagi. Tepatnya setelah Shalat Subuh dan selesai setelah Shalat Ashar pada sore harinya.

Tasmi' Quran 30 Juz Maulid Nabi

Tasmi’ ini merupakan kegiatan spesial karena langsung mengkhatamkan hafalan Alquran 30 juz sekali duduk dalam satu majelis dan dilakukan oleh 1 orang dalam waktu sehari. Ini merupakan tasmi’ 30 juz kedua yang digelar di PPIT Al Hikmah Boyolali setelah sebelumnya juga pernah menggelar kegiatan serupa oleh Ustadz Slamet dari Juwangi pada Juni 2020 lalu.

Ustadzah Juni Endah Sari setelah menyelesaikan tasmi’ 30 juz menceritakan, awal mula ia serius untuk menghafal Alquran adalah setelah lulus SMA tahun 2007 ia memilih untuk mondok guna memperbaiki bacaan quran. Meski awalnya ortu sempat keberatan, namun pada akhirnya ortu setuju.

Ia mengikuti tahsin dulu, baru setelah lulus tahsin diperbolehkan menghafal Alquran. Selama di pondok ia bersungguh-sungguh menghafal Alquran dengan memanfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin. Tidur siangnya hanya 20 menit. Waktu untuk antre mandi ia pakai sambil muraja’ah hafalan.

Dirinya tidak ingin membebani ortu terlalu lama, sehingga ia memiliki target agar segera selesai menghafal quran dan lulus. Dalam menyetorkan hafalan quran, apa yang akan disetorkan harus siap satu jam sebelumnya.

Selama di pondok liburan hanya 2 kali setahun. Setiap kali pulang ke orang tua harus memberi hadiah berupa formulir hafalan Alquran yang sudah ia setorkan. Ustadzah Endah  juga menceritakan, dalam waktu 1,5 tahun setoran sambil mengabdi, ia mendapat 3 sanad sekaligus.

“Jangan sering mengobrol, sudah di pondok muraja’ahlah. Sering-seringlah pegang Alquran. Insya Allah bisa,” pesan Ustadzah Endah.

Sementara itu, Mudir PPIT Al Hikmah Ustadz Ahmad Mifdlol Muthohar mengatakan bahwasannya tasmi’ Alquran 30 juz ini adalah puncak prestasi para hafidz-hafidzah dalam menghafal Alquran.

“Sebenarnya tasmi’ 30 juz ini sesungguhnya adalah puncak dari prestasi para hafidz-hafidzah dalam menghafal Alquran. Jadi standar dari hafalan mutqin sesuai dengan konsep yang akan dipraktikkan di PPIT Al Hikmah pada akhirnya adalah sekali duduk bisa 30 juz. Ini adalah puncak prestasi pertama dari seorang santri nantinya,” ujar Ustadz Ahmad Mifdlol Muthohar.

“Nah, ini dicontohkan oleh ustadzahnya agar menunjukkan pada para santri bahwasannya tasmi’ 30 juz itu sesungguhnya tidak sulit. Jadi ini penting, persepsi atau mindset yang dibangun bahwasannya tasmi’ 30 juz tidak sulit itu sangat mempengaruhi psikis semua santri. Sehingga untuk ke tahap selanjutnya yaitu pengambilan sanad itu lebih mudah. Mulai dari sanad qiro’ah yang pertama sampai seterusnya itu menjadi lebih mudah karena bangunan pertamanya sudah kokoh,” lanjut beliau.

Ustadz Ahmad Mifdlol Muthohar menekankan pentingnya membangun mindset bahwa tasmi’ 30 juz itu mudah. Baik untuk santri maupun ustadz-ustadzahnya sendiri.

“Penting sekali untuk diperhatikan. Karena inilah sesungguhnya awal mula karir dari seorang hafidz, atau seorang yang berusaha mewaqafkan dirinya untuk Alquran,” pesan Ketua Majelis Pesantren dan Ma’had Dakwah Indonesia (MAPADI) Jawa Tengah itu.

Silahkan di Share ...:-)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *